18 Agustus 2015 oleh Indra Pratama

Image is not available

Stasiun Gondangdia tiap pukul 18.30 selalu penuh sesak. Para pekerja kantoran yang menunda pulang untuk melaksanakan Shalat Magrib, naik tergesa menuju peron. Naas, kereta jarak jauh harus berangkat duluan. Kereta Bekasi dan Bogor harus antri di Stasiun Juanda.

18 Agustus 2015 oleh Ali Zaenal

Image is not available

Jakarta sudah padat, wacana pemindahan ibukota sudah sangat mendesak. Orang Indonesia kerap ingat peribahasa nan bijak, di mana ada gula, di situ ada semut.

5 Maret 2015 oleh Suhadi

Image is not available

Pukul 5 pagi adalah waktu paling maksimal mata saya tertutup dan terbuai mimpi. Bangun dalam kondisi seolah dikejar kereta membuat aktivitas pagi seperti lari maraton. Bukan tanpa alasan. Semenjak saya tinggal di Depok, perjalanan ke kantor tempat saya bekerja di kawasan MM 2100 Cibitung sana memang terasa sekali.

9 Juni 2015 oleh Irfan Teguh

Image is not available

Maka arus informasi yang bergerak di genggaman daring sesekali mesti disegarkan dengan pengalaman-pengalaman personal yang berkeringat; berbicara dengan orang asing yang dijumpai di jalan, mencium aroma kopi dari warung.

12 Mei 2017 oleh Novita Anggraini

Image is not available

Wajah-wajah kelelahan nampak dalam setiap peron stasiun KRL, halte busway, angkot, ojek-ojek online yang nantinya akan membawa mereka kembali pulang ke naungan masing-masing.

12 Mei 2015 oleh Ajeng Saasvvati

Image is not available

Sebagai manusia yang meniti karir di kota metropolitan, saya terkadang merasa hidup ini begitu rumit. Serumit itu, bahkan untuk menikmati akhir minggu dengan tenang pun saya merasa ragu karena harus menyiapkan pekerjaan di hari Senin.

20 Setember 2017 oleh Dyan Hendrawan

Image is not available

Jakarta (dan banyak kota besar lain) adalah magnet yang sangat besar untuk orang-orang daerah yang mempunyai anggapan classic rock akan harapan kehidupan yang lebih baik.

Slider
Logo-NgoJak-buat-PNG-02

Ngopi Jakarta (NgoJak) merupakan kumpulan pegiat apresiasi ruang, sejarah, budaya, tradisi, lingkungan, dan manusia. Kegiatan rutin kami adalah mengunjungi tempat-tempat unik dan menarik yang masih menyisakan banyak cerita, baik masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang. 

Sisi menarik Jakarta tak melulu ada di Kota Tua, Monas, atau Taman Prasasti. Padahal banyak tempat-tempat unik lain yang bisa kita jelajahi, mulai dari nama jalan, nama makam, nama jembatan, perkampungan kecil, pasar lokal.

Serial #NgoJak

Setidaknya sudah 13 edisi, Ngopi Jakarta terus mengeluyur dengan mengambil benang merah sungai Ci Liwung, sungai purba yang menjadi cikal bakal tumbuh kembangnya peradaban Jakarta.

Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
previous arrow
next arrow
ArrowArrow
Slider

Falsafah

Ngojak ingin membantu teman-teman melihat kota dari sudut yang berbeda. Dengan jalan kaki, dengan cerita sejarah, dengan ngobrol dan berinteraksi bareng nara sumber lokal. 

Falsafahnya Ngojak adalah 4 sehat 5 sempurna :

  • Jalan kaki
  • Air putih
  • Sinar matahari
  • Senyum
  • Sempurna, bila dapat narsum yang oke.

Kalau tidak pun, 4 sehat sudah didapat.

  • Akses Keanggotaan
  • Unduh Makalah NgoJak
  • Prioritas Agenda
  • Diskusi Panel (pengembangan)
Aafuady

Selamat Kembali

Saya masih ingat bagaimana Gus Mus menggambarkan Danarto: lelaki berambut gondrong dengan celana jeans. Jangan lihat tampilannya, pesan Gus Mus. Melihat bagaimana Danarto shalat dan berdoa, ia lebih sufi dari orang-orang bersorban dan berpakaian alim. Ia pula yang mengajarkan saya betapa tak benarnya menilai orang hanya dari tampilan luarnya. Sejak saat itu, saya mencari-cari Danarto…
Selengkapnya »
Oomindra

Selamat Jalan Suka Hardjana

Kemarin, Suka Hardjana wafat. Tokoh ini adalah salah satu tokoh penting musik Indonesia. Suka Hardjana jatuh cinta dengan musik saat sering melewati Kampung Musikanan di Yogya. Kampung yang dihuni pemusik-pemusik keraton ini menjadi gerbang Suka Hardjana belajar musik, dari Sekolah Musik Indonesia di Yogya, sampai ke Deltmold, Jerman. Sempat menjadi dosen di Konservatorium Musik der…
Selengkapnya »
Arsi Radipta Lestari

Weltevreden; Gereja Immanuel (1834)

Hidup di pusat Jakarta, mengitari separuh ibukota dengan Transjakarta nyatanya tidak membawa pengetahuan saya kemana-mana. Mata hanya bisa melihat lekat-lekat bangunan gereja tua di depan Stasiun Gambir, ketika Transjakarta Senen-Lebak Bulus yang saya tumpangi melewatinya. Nampak tenang tertutupi rimbun pohon tinggi di sekitar, pagar abu-abu kusam, trotoar yang nyaris berlubang. Kontras dengan suasana Gambir yang…
Selengkapnya »
Ucokalhariri

Aku Ingin Pindah ke Weltevreden

“Aku ingin pindah ke Meikarta!” Apakah Anda familiar dengan kalimat di atas? Iya. Iklan Meikarta. Sebuah wilayah yang digadang-gadang akan menjadi kawasan elit bagi warga Jakarta. Di mana kebahagiaan dan kenyamanan tumpah ruah di dalamnya. Tetapi karena ini bukan cerita tentang Meikarta, dan saya juga tidak mendapat bayaran apa-apa, maka cukup sampai di sini saja.…
Selengkapnya »
Ali Zaenal

Jakarta Kota Tahi

Banyak yang tidak mengetahui bahwa kota lama Batavia sesungguhnya dibangun atas dasar sebuah konsep seorang arsitek bernama Simon Stevin (1548-1620) yang bekerja untuk militer Kerajaan Belanda. Skema ideal, itulah yang dirancang Simon dalam perencanaan tata kota Batavia. Sebagai seorang kepercayaan Prins Maurits, seorang panglima milter Belanda berjuluk Pangeran Oranye, Simon mengawinkan pengetahuan mengenai kota, teknis enjineering yang…
Selengkapnya »
Dodo Aiki

Mengunjungi Senen di Hari Sabtu

Sabtu 24 Februari, bersama Komunitas Ngopi Jakarta (Ngojak) saya beserta 41 peserta lain yang sebagian besar sudah sering bertemu baik online maupun offline berencana untuk menyusuri kawasan Kramat-Kwitang dan perjalan tersebut kami beri nama "Kramat-Kwitang: Yang lamat-lamat menghilang". Sinar matahari bersinar terang seakan ingin menunjukan keindahan hasil karya penciptanya, jalan beraspal terasa hangat untuk dipijak…
Selengkapnya »

NgoJak bukanlah operator travel atau tour leader dari kegiatan trip wisata. NgoJak adalah wahana belajar bersama. Semacam warung kopi dengan obrolan ngalor ngidul.

Ngojak lahir karena kita melihat di Jakarta dan sekitarnya, orang-orang nampak terlalu sibuk untuk melihat kanan-kiri. Kesempatan dan kemauan, for some people, pun kemampuan memaknai Jakarta secara berbeda makin minim karena terhimpit pekerjaan, waktu tempuh yang panjang, dan lain sebagainya.

Semua kegiatan Ngojak adalah gratis dan tidak dipungut biaya. Bayarannya hanya menceritakan kembali lewat media sosial dalam bentuk foto, video, maupun tulisan.

© 2013-2018 NGOPIJAKARTA –  Pengembangan dan tata letak oleh ALI ZAENAL di bawah naungan LISENSI CREATIVE COMMONS 4.0 

×
×

Cart

X