/

Di Jakarta, Kiamat Maju Mundur

Tak ada beda matahari yang terbenam hari ini dan yang akan muncul besok pagi. Matahari yang sama, kecuali Tuhan memutuskan kiamat terjadi di antara dua waktu itu. Tapi, siapa yang percaya kiamat…

Saatnya Pulang

Januari 2017, seorang senior kampusku, namanya Resi, dia membagikan sebuah pesan di grup kampus mengenai acara Ngopi Jakarta. Sempet nanya ini acara apa sih? Judulnya Ngopi Jakarta jangan-jangan acara ngopi-ngopi, duh kan…

Tak Ada Lebaran

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam (Saw.) menaiki mimbar untuk berkhutbah. Tertunduk wajahnya saat menaiki anak tangga satu persatu. Lama ia beranjak dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya. Sahabat yang duduk paling…

Santri di Gelanggang Zaman

Dalam sudut politik, anotomi sejarah santri selalu terlibat dalam gegap gempita distribusi kekuasaan. Distribusi kekuasaan selalu terlihat tidak adil bagi yang merasa tak mendapatkan. Anehnya, kabar-kabar kekuasaan dilaksanakan oleh mereka-mereka yang tak…

Selamat Kembali

Saya masih ingat bagaimana Gus Mus menggambarkan Danarto: lelaki berambut gondrong dengan celana jeans. Jangan lihat tampilannya, pesan Gus Mus. Melihat bagaimana Danarto shalat dan berdoa, ia lebih sufi dari orang-orang bersorban…

/

Selamat Jalan Suka Hardjana

Kemarin, Suka Hardjana wafat. Tokoh ini adalah salah satu tokoh penting musik Indonesia. Suka Hardjana jatuh cinta dengan musik saat sering melewati Kampung Musikanan di Yogya. Kampung yang dihuni pemusik-pemusik keraton ini…

/

Jakarta Kota Tahi

Umpatan prajurit Mataram ketika mereka diberondong mesiu berisi kotoran manusia oleh pasukan Belanda sepertinya masih layak digunakan sebagai sebuah adagium; Jakarta emang Kota Tahi! Taik!Taek!…