Mengapa ada NgoJak?

Karena kita melihat di Jakarta dan sekitarnya, orang-orang nampak terlalu sibuk untuk melihat kanan-kiri. Kesempatan dan kemauan (for some people, kemampuan) memaknai Jakarta secara berbeda makin minim karena terhimpit pekerjaan, waktu tempuh yang panjang, dlsb. Kita ingin melihat kota dari sudut yang berbeda. Yaitu dengan jalan kaki, saling bercerita lewat berbagai medium, berinteraksi dan terlibat jauh dalam obrolan bersama narasumber lokal.

Sebab selama ini, ketika Jakarta melulu identik dengan Kota Tua, Museum Fatahillah, Monumen Nasional misalnya, ketersediaan ruang dan waktu menjadi begitu terbatas. Padahal banyak tempat-tempat unik lain yang bisa kita jelajahi, mulai dari toponim sebuah jalan, silsilah makam-makam, kehadiran perkampungan kecil di sudut dan gang sempit, atau sebuah pasar lokal yang berdenyut dalam himpitan gedung-gedung yang menjulang. Setidaknya, amatan visual dan indera lainnya, ketika selesai maupun saat NgoJak, bisa menjadi lebih peka dengan sekitar.

Jelajahi Jakarta
dari sudut pandang berbeda

Play Video

Rute

Sampai sejauh ini,- bolehlah disebut seri awal, NgoJak selalu mengambil benang merah Sungai Ciliwung sebagai jalur jelajah. Kita percaya bahwa di belahan manapun, kota-kota besar dunia memulai peradabannya dari sungai.

Visi

Berbagi pengetahuan secara gratis dengan datang langsung ke narasumber maupun objek lainnya. Di sanalah kita belajar bersama, mengapresiasi, dan berbagi cerita.

Privasi

Hal-hal mengenai Kebijakan Privasi tentang pengumpulan data akun pengguna dan penggunaan website ini secara menyeluruh dapat dilihat di tautan Kebijakan Privasi.

MEREKA YANG DI BELAKANG LAYAR

Tim NgoJak

X