Ngopi (di) Jakarta Vol.1: Jalanan, Manusia, Ruang, dan Waktu

Dinilai 5.00 dari 5 berdasarkan 1 penilaian pelanggan
(1 ulasan pelanggan)

Rp40,000.00

Para penulis di buku ini adalah mereka yang pernah singgah, sekadar mampir, menetap lama, ataupun yang masih mengadu nasib di Jakarta.

Kategori: Tag:

Deskripsi

Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi. ~ Joko Pinurbo

Bahkan ketika malam telah sempurna menelan siang, dan suhu udara sudah mulai turun, Jakarta adalah tempat di mana kopi harus bergelas-gelas dituangkan jika kita taat kepada sepenggal puisi Joko Pinurbo di atas. Kalau mau jujur, rezeki bukan sekadar yang ditakar di penghujung hari, penghujung bulan, atau penghujung apa pun yang menandai masuknya uang ke kantong kita sebagai pendapatan. Rezeki lebih dari sekadar alat tukar yang berada di genggaman.

Additional information

Berat 1 kg
Penerbit:

Epigraf dan Ngopi Jakarta

ISBN:

978-602-60914-9-9

Penyunting:

Ali Zaenal

Pengatak:

Arie Wibowo

Foto Ilustrasi:

Novita Anggraini

Ukuran:

14,5 x 21 cm

Ali Zaenal

Ali Zaenal

Pejalan kaki yang kerap mangkal di mana saja, di pinggiran Jakarta.

One comment

  • Adi Nugraha Adi Nugraha berkata:

    PERSPEKTIF.

    Saya suka kata ini. Saya artikan perspektif sebagai cara atau sudut pandang.

    Manusia ditakdirkan hidup dalam keberagaman. Bahkan di sebuah komunitas dengan keimanan yang sama pun, manusia akan tetap hidup dalam keberagaman. Minimal mereka memiliki tanda lahir yang berbeda-beda.

    Keberagaman melahirkan perspektif, dalam hal apa pun.

    Sialnya, banyak yang meyakini perspektif yang mereka ciptakan adalah kebenaran mutlak.

    Perspektif pula yang menjadi pembeda setiap insan yang menghabiskan hari di kota Jakarta.

    Cara hidup atau keseharian kita di kota ini, membentuk perspektif kita tentang Jakarta.

    Foto di atas adalah foto halaman depan buku berjudul “Ngopi (di) Jakarta Vol. I” terbitan @buku.epigraf
    .
    Buku tersebut baru saja selesai saya baca. Tidak butuh lama rupanya untuk membaca habis buku setebal 76 halaman yang terbagi menjadi 4 bab.

    Isi buku yang saya beli seharga 40.000 rupiah ini bukanlah daftar alamat kedai kopi instagramable di Jakarta. Melainkan berisi 20 perspektif tentang kota Jakarta dan sekitarnya, yang berasal dari 12 orang bloger.

    Bagi saya, buku ini bagus. Kisah yang ada didalamnya mampu memperkaya perspektif saya tentang kota Jakarta.

    Bacalah buku ini agar kamu tahu, bagaimana perspektif para penulis terhadap kota yang menjadi tempat mereka mencari nafkah, bahkan menumpang hidup.

    Lalu renungkanlah dan tanya pada diri sendiri, kisah apa yang bisa kamu sampaikan tentang kota yang menghidupimu saat ini?

    Jika kamu ingin membeli buku “Ngopi (di) Jakarta Vol. I”, kamu bisa ikuti akun instagram @ngopijakarta dan ‘DM’ adminnya.

    Sekian dan selamat pagi, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: