#NgoJak Vol.5 “Condet; Masih Ada”

Durasi Baca: 2 menit

Ngopi Jakarta edisi Condet seru berat. Dimulai sejak di titik kumpul di seberang Stasiun Tanjung  Barat, lantas naik angkot menuju Rumah Tanjung Oost. Di sini Kengkarawan saling berbagi pengetahuan tentang sejarah panjang bangunan yang kini hanya menyisakan reruntuhan.

Reruntuhan Rumah Tanjung Oost
Dari Tanjung Oost, Kengkarawan “menyarter” metromini yang langsung penuh sesak menuju Cagar Buah Condet yang dikelola Pemprov DKI. Aneka tanaman khas Condet banyak ditemukan di lahan yang luasnya sekitar 3 Ha tersebut, khususnya Salak Condet. 

Memasuki jam makan siang, Ibu Amanah yang sudah berusia 82 tahun menyampaikan cerita panjang lebar tentang Condet diselingi kemahirannya menyajikan kue lopis, penganan khas Condet yang ia dapatkan secara turun temurun.

Hj. Siti Amanah (82) sedang memotong kue lopis
Pasukan NgoJak bersama Hj. Siti Amanah

Penjelajahan Condet terus berlanjut ke Goa Monyet dan Gang Kober di mana terdapat 2 makam tua yang dikeramatkan sebelum akhirnya tiba di Rumah Tua khas Betawi milik Haji Mujitaba.

Di depan rumah tua Haji Mujitaba

Keluyuran hari ini ditutup di Festival Condet yang tengah berlangsung sejak hari kemarin. Soto Betawi, Bir Pletok, Sate, Es Serut, jadi santapan Kengkarawan. Tak lupa, sajian kue-kue khas Betawi sembari ngobrol kegiatan hari ini juga tersaji di rumah warga lokal, Achmad Syairozi.

Ciri khas NgoJak, sharing di sesi akhir sambil ngopi-ngopi
Terima kasih, Kengkarawan yang sudah meramaikan. Sampai jumpa di #NgoJak berikutnya!

Tinggalkan Balasan