condet

Dari Indonesia? Sebelah Mananya Condet?

Senandung pujian bergema lewat corong pengeras suara.  Iringan rebana membuat malam di Condet begitu panjang. Para jemaah makin hanyut ketika tiba pada syair ‘mahalul qiyam’. Mereka berdiri seraya membaca, “Ya Nabi Salam Alaika, Ya Rasul Salam Alaika, Ya Habib Salam Alaika, Shalawatullah Alaika”. Di sudut lain, beberapa jamaah nampak menangis, seakan merasakan kehadiran Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.

Dari pinggir warung nasi yang ada di seberang masjid, antrian yang menahan lapar mulai menjalar.  Diselingi deru dan bising kendaraan yang lalu lalang, nasi putih dengan bebek goreng sebagai menu andalan. Empat deretan bangku plastik masih diduduki yang entah siapa dan dari mana. Dalam situasi seperti ini, kadang kenikmatan tergadai dengan rasa tak enak lainnya karena sebuah kursi duduk giliran. Tapi urusan perut bisa saja membuat segalanya menjadi khilaf.Selengkapnya »Dari Indonesia? Sebelah Mananya Condet?