cawang

Di Jakarta, Kiamat Maju Mundur

  • by

Tak ada beda matahari yang terbenam hari ini dan yang akan muncul besok pagi. Matahari yang sama, kecuali Tuhan memutuskan kiamat terjadi di antara dua waktu itu. Tapi, siapa yang percaya kiamat akan terjadi tiba-tiba?

Pembaca teks agama percaya kejadian itu akan dimulakan dengan salah terbitnya matahari – dari tempat terbenamnya, terkikisnya jumlah manusia yang beriman kepada Tuhan, dan munculnya Dajjal yang menguasai dunia. Para pembaca semesta memercayai bahwa kiamat akan diperkenalkan dengan mendekatnya lubang hitam (black hole) di jagad raya. Ia akan melahap semua yang ada, memindahkan himpunan tata surya ke alam antah berantah yang belum pernah dikenal. Para pembaca lingkungan meyakini bahwa dunia telah berada dalam rel menuju kiamat setelah gunung es mencair lebih cepat daripada laju pencairannya berdekade-dekade lalu, lapizan ozon menipis, langit menjadi gudang karbon, eksplorasi minyak dikebut, dan produksi asap tak juga berhenti.Selengkapnya »Di Jakarta, Kiamat Maju Mundur