batavia

Blusukan di Belantara Jakarta

Blusuk merupakan suku kata dalam bahasa Jawa, yang berarti masuk ke sebuah tempat asing. Imbuhan ‘an’ pada kata blusuk, menjadi ‘blusukan’ adalah sebuah aktivitas untuk mengetahui atau mencari sesuatu ke tempat yang jarang dikunjungi atau dilihat oleh publik sebagai tempat tujuan.

Apa yang menarik dari blusukan? Tentu sebuah kepuasan batin, sekaligus mencari hal baru dalam upaya penjelajahan mencari sesuatu. Blusukan atau mBlusukan adalah sebuah aktivitas lama, yang kemudian dipopulerkan kembali oleh Ir. Joko Widodo saat menjabat sebagai Walikota Surakarta. Aktivitas tersebut diteruskan ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kemudian Presiden Republik Indonesia.

Aktivitas blusukan biasanya dilakukan oleh pejabat yang agak “rock n roll’, santai, tidak mau berjarak dengan rakyat atau berupaya menyerap aspirasi rakyat secara face to face, tanpa jarak dan briokrasi, sejak masa lalu hingga kini. Saya membaca berbagai tulisan sejarah, biasanya pemimpin yang gemar blusukan. Dia akan lebih dikenal oleh rakyat dan tercatat sebagai pemimpin yang baik dalam catatan sejarah. Ini bukan berarti saya mengagungkan Joko Widodo, ya. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan unsur dukung-mendukung.Selengkapnya »Blusukan di Belantara Jakarta

Kisah Souw Beng Kong dan Makamnya

Saya tertinggal rombongan!

Karena suatu keperluan, saya harus mampir ke anjungan tunai mandiri (ATM). Saya memisahkan diri dari rombongan teman-teman NgopiJakarta atau Ngojak yang masih berjalan sekitar 50 meter dibelakang saya. Saat selesai, saya tidak menemukan satu pun dari mereka. Gawat! saya tertinggal rombongan.

Saya pun mencoba mencari keberadaan rombongan Ngojak, saya susuri sisi Jalan Pangeran Jayakarta yang mengarah ke Kota dengan berbekal nama tujuan kami saat itu, makam Souw Beng Kong.

Sabtu, 23 Februari 2019. Saya mengikuti kegiatan Ngojak offline yang bertajuk ”#Ngojak19 Kampung Toapekong dan Jayakarta; Selusur Cerita Tua di Tepian Ciliwung Lama”. Sebuah kegiatan penambah pengetahuan, terutama terkait sejarah yang terjadi di Kota Jakarta, yang kali ini memulai perjalanannya dari Stasiun Sawah Besar dan berakhir di Gereja Sion, Pinangsia, Jakarta Barat.Selengkapnya »Kisah Souw Beng Kong dan Makamnya