/

Dari Menuntun Hingga Dituntun

Saya tidak mengenal masjid hingga Ayah yang memperkenalkannya. Tidak dengan gambar atau cerita, Ayah mengajak langsung ke masjid, menuntun saya di sisinya, menunjukkan tempat terbaik di shaf terdepan, dan mengajari saya bagaimana…

/

JokoBowo

Aku melihat Joko ketika ia bersalaman dengan Bowo. Hangat, bahkan nyaris berpelukan. Itu pertama kali aku melihat mereka. Yang satu dengan perawakan kecil, satu lagi cukup besar meski usianya membujur ke cakrawala…

Rantai dan Anjing Gunung

Ternyata tidak semuanya mengagumiku dan menunggu kedatanganku. Baru saja dua-tiga detik aku hinggap, aku sudah disambut salakan yang luar biasa berisik, bahkan bagi aku yang sudah kenyang pengalaman berpapasan dengan pesawat jet…

//

Si Tidak Besar Paling Berbinar

Terakhir kali saya berjumpa pahlawan, beberapa waktu lalu. Wajahnya keras dan sedikit angkuh, namun rapih ditutupi kesan berwibawa dari pembawaannya. Tubuhnya tegap sedikit gempal. Tangannya mengepal keras, di beberapa titik pembuluh darahnya…

Setapak Senyap Muhidin M. Dahlan

Seorang kawan menulis, “Yang berbahaya dari menurunnya minat baca adalah meningkatnya minat berkomentar.” Ya, membaca memang selalu menyediakan ruang perenungan, ada jeda yang akhirnya bisa menakar ulang teks. Ini berimbas pada kehati-hatian…

/

Nasib Kata

Pada peringatan 100 tahun Albert Camus beberapa waktu ke belakang, di linimasa jejaring sosial tiba-tiba ramai dengan kata “flaneur”. Flaneur adalah bahasa Prancis yang artinya terkait dengan orang yang suka jalan-jalan, keluyuran…

/

Liong Houw Naik Darah

Surat kabar ARGUS yang ditulis oleh seorang wartawan Australia, Bill Flemming pernah menulis editorial menarik usai menyaksikan penampilan timnas Indonesia menahan timnas Uni Soviet tanpa gol pada tanggal 29 November 1956. Pertandingan…