Blog

Joker Adalah Penjahat Super

There is no justification for life, but also no reason not to live. Those who claim to find meaning in their lives are either dishonest or deluded. In either case, they fail to face up to the harsh reality of the human situations.

Kutipan dari Donald Crosby, seorang profesor bidang Filosofi asal Amerika, tersebut, adalah salah satu hal bisa meringkas film Joker karya Todd Phillips dan Scott Silver. Bukan tugas yang mudah bagi seorang pembuat film, untuk memberi justifikasi bagi seorang tokoh seperti Joker. Secara tradisional, Joker adalah penjahat super, yang menjadi pijakan sang pahlawan super, dalam kasus ini adalah Batman, untuk beraksi memukau para penggemar.

Memfilmkan Joker, tentunya akan lebih sulit dari melakukan hal yang sama dengan tokoh Batman, Wonder Woman, atau Superman. Ekspektasi moralitas hitam-putih, ketergantungan atas adegan aksi penuh CGI, dan kebutuhan untuk membuat si karakter utama terlihat cool selalu membayangi setiap sineas yang menggarap film adaptasi dari DC. Chris Nolan sudah mencoba dengan sangat baik untuk membuat Batman terlihat sangat manusiawi dan rapuh di trilogi Dark Knight, namun bagaimanapun, ia adalah Batman, yang sudah punya simpati sejak puluhan tahun lalu, dan produk akhir karakternya adalah “benar” secara moral.Selengkapnya »Joker Adalah Penjahat Super