Menilik Museum Santa Maria Bersama Ngojak

Dibalut kain kerudung berwarna cokelat, tak terlihat sehelai pun rambut di kepalanya. Mimi Kartika, demikian namanya, datang ke Museum Santa Maria bersama sekitar 25 orang dalam rombogan Ngojak 18 pada Sabtu siang (10/11/2018). Museum Santa Maria di Indonesia? Di mana? Museum Santa Maria berdiri di Jalan Ir.H.Juanda Nomor 29, Jakarta Pusat. Persisnya, berada dalam sekolah sekaligus terdapat kompleks biara Santa Ursula di Jalan Juanda, tak jauh dari Stasiun Juanda. Ekspresi serius terlihat mulai mengisi wajah wanita berusia 23 tahun asal Tangerang ini saat mulai memasuki ruangan pertama Museum Santa Maria. Ruang Angela yang berisi sejumlah gambar dan barang terkait kedatangan tujuh (7) orang Suster Ursulin pertama ke Indonesia atau Hindia Belanda pada 7 Februari 1856. Salah satunya, miniatur Kapal Herman yang membawa ketujuh Suster Ursulin dari Komunitas Sittard Belanda melalui Pelabuhan Rotterdam pada 20 September 1855. (lebih…)

Continue Reading

Macan Ibu Kota Yang Tak Lagi Punya ‘Rumah’

sudah ku bilang kau jangan melawan Persija
kini kau rasakan sendiri akibatnya
lebih baik kalian diam di rumah saja
duduk yang manis nonton di layar kaca
Yel-yel The Jakmania di atas menggema saat saya memasuki Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ-sekarang Persija), Cideng, Jakarta Pusat. Stadion VIJ menjadi saksi tumbuh kembang Persija. Namun, meski nama awal Persija diabadikan menjadi nama stadion, klub yang kini identik dengan warna oranye ini sekarang tidak memiliki ‘rumah’. Persija lahir sebagai gerakan perlawanan. Saat itu sejumlah pemuda berinisiatif menggalang dana untuk korban kebakaran Pasar Baru dan Gang Bunder yang terjadi di tahun 1927 lewat pertandingan sepak bola. Namun niat baik itu terhalang karena Voetballbond Batavia Omstaken (VBO), asosiasi sepak bola milik Hindia-Belanda melarang mereka menggunakan Lapangan Deca (Monas). Sering mendapat perlakuan diskriminatif seperti di atas, sejumlah pemuda lalu berinisiatif untuk membentuk wadah bermain bola. Setelah melalui beberapa kali rapat, klub dengan julukan Macan Kemayoran ini akhirnya lahir pada Rabu, 28 November 1928. Satu bulan setelah Sumpah Pemuda. (lebih…)

Continue Reading

Santri di Gelanggang Zaman

Dalam sudut politik, anotomi sejarah santri selalu terlibat dalam gegap gempita distribusi kekuasaan. Distribusi kekuasaan selalu terlihat tidak adil bagi yang merasa tak mendapatkan. Anehnya, kabar-kabar kekuasaan dilaksanakan oleh mereka-mereka yang tak ahli. Sehingga tafsir soal anotomi para pembagi mendapatkan dua tantangan besar, pertama, “kasihan” kedua, “yang bekerja”. Zaman ini adalah masa di mana kekacauan dalam euforia yang dalam ungkapan tukang ojek “moto peteng”. Yang tak ahli seolah mendapat jatah, yang ahli mendapatkan jatah sebagai penonton kelas barak pengungsian. Santri selalu punya wajah ini. (lebih…)

Continue Reading

Menjelajahi Pasar Baru

Sekitar 40 orang sudah berkumpul di depan pintu keluar Stasiun Juanda, Jakarta Pusat sejak pukul 08.30 WIB. Mereka datang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Tetapi berkumpul menjadi satu untuk mengeksplor bersama Pasar Baru, Jakarta Pusat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas bernama Ngopi Jakarta (NgoJak) ini memang rutin dilakukan sebulan sekali. Destinasinya pun selalu berbeda-beda. Tujuannya untuk melihat ruang-ruang publik yang ada di Jakarta dan belajar bersama mengenai sejarah suatu tempat.  Kali ini destinasi yang dituju adalah Pasar Baru. Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki menuju kantor berita Antara, Jalan Antara Nomor 24, Pasar Baru, Jakarta Pusat.  (lebih…)

Continue Reading

Tujuh Jam di Pasar Baru

Kalau bicara soal Pasar Baru, yang melintas di pikiran saya adalah toko bahan pakaian, toko sepatu lawas semacam Bata & Buccheri, tempat bikin jas yang terkenal sejak dulu kala, dan jajanan kaki lima yang enak-enak. 😀 Kemarin, bareng Ngopi Jakarta (Ngojak), saya dan Embun jalan-jalan keliling Pasar Baru dan sekitarnya, dari pagi sampai sore. Dari wangi sampe kuyup. Dari laper, kenyang, laper lagi, kenyang lagi. Dari asing jadi sayang. (lebih…)

Continue Reading
Close Menu
×
X