alexander sudrajat

penyunting di detik.com

Arswendo, Jurnalisme Lher, dan Gus Dur

Di bulan-bulan pertama menjadi wartawan di sebuah koran terbitan sore pada pertengahan 1990-an, redaktur perkotaan menugasi saya meliput perubahan kawasan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Kawasan kumuh ini sebelumnya langganan banjir. Tapi kemudian berubah berkat sentuhan inspiratif lurah baru. Sukarta, asal Cirebon.

Setiap akhir pekan si Lurah biasa turun membersihkan got-got di kawasan itu secara bergilir. Lama-lama warga sungkan dan ikut membantu. Tak cuma got, sungai yang membelah kawasan itu pun ikut dibersihkan bersama-sama.

Hasilnya, setiap kali hujan air menggelontor di saluran tanpa meruah ke pemukiman. “Kalau hujan sangat deras dan lama, paling air cuma sampai bibir sungai. Enggak sampai meluap ke rumah-rumah,” ujar seorang warga.Selengkapnya »Arswendo, Jurnalisme Lher, dan Gus Dur

Yorrys, dari Premanisme ke Politik

Pada pertengahan 1990-an, sayup-sayup saya mendengar nama Yorrys TH Raweyai sebagai salah satu tokoh pemuda yang ditakuti. Dia disebut-sebut dekat dan disegani para preman di seantero ibukota. Karena itu ketika awal menjadi wartawan Tempo, 2001, mendapat tugas untuk mewawancarinya saya blingsatan bukan kepalang. Tapi untuk mengelak dari tugas, tentu haram hukumnya.

Nyatanya dia tak seangker yang dicitrakan. Rasa gemetar saat memencet bel dan memarkir Honda Kharisma di halaman rumahnya di kawasan Pejaten langsung luruh begitu berhadapan langsung dengannya. Dia ramah. Punya sense of humor yang baik.

Ketika dia mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua Barat, Juli 2006, saya meliput aktivitas kampanyenya di Manokwari dan Sorong. Selama empat hari bergaul di sana, ada kalanya memang sisi keras dia muncul.Selengkapnya »Yorrys, dari Premanisme ke Politik

Deddy Dhukun, Rhoma Irama, dan Vanessa Angel

Kejutan itu bernama Deddy Dhukun (DD). Dia muncul di tengah acara halal bihalal SMALIX, Sabtu (29/6), seraya melantunkan Aku Ini Punya Siapa. Lagu ini dirilis pada 1987, dan membuat nama mendiang January Christy (JC) kian berkibar sebagai penyanyi jazzy.

Susah juga ternyata / Punya pacar bermata liar / Sering kali memalukan / Dibuatnya aku tiada berharga

Hampir semua teman yang hadir fasih betul dengan lagu ini. Hal itu tak cuma terlihat dari komat-kamit di mulut, juga terekspresikan dari gerakan tangan dan lenggak-lenggok kepala mereka. Saya juga sebetulnya hapal, karena pernah mengoleksi album tersebut. Diam-diam saya pun bersenandung dalam hati, karena lebih suka menikmati eskpresi dan keceriaan teman-teman. Kami yang sudah berusia separuh abad seolah tenggelam bersama ke masa lalu.

Sebelum lagu itu, DD dan Dian Pramana Putra menciptakan Melayang yang juga dinyanyikan JC. Majalah musik, Rolling Stone menobatkan “Melayang” sebagai satu dari “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa”.Selengkapnya »Deddy Dhukun, Rhoma Irama, dan Vanessa Angel