Kiky Priscilla Dwi Putri

Aku adalah apa yang kamu lihat dan pikirkan

Hujan dan G[K]enangan Masa Kecil

Seperti malam-malam sebelumnya, aku masih setia duduk di kursi ini. Menatap jendela, melihat lautan. Tapi bedanya hari ini turun hujan dan lautan tidak tenang. Ombaknya menari ke sana kemari.  Aku tidak bisa menebak apakah dia menari gelisah, khawatir, atau cemas karena volume air di mana-mana akan bertambah. Bisa saja terjadi banjir bahkan tsunami atau dia menari gembira, bersorak riang karena kawan airnya turun dari langit merayakan berkah hari ini. Tanaman-tanaman bisa minum sepuasnya setelah seharian kehausan karena sinar matahari yang cukup membuat dedauanan bahkan akarnya kering. Entah…

Oh ya! Satu lagi yang berbeda hari ini, biasanya di mana-mana orang menyukai kopi, tempat nongkrong bertemakan kopi, kumpul dengan teman atau meeting bisnis ditemani secangkir kopi, stres pun kopi obatnya, everything is coffee. Tapi apa daya bagiku yang perutnya tidak bisa menerima kopi. Sempat ingin seperti orang-orang kebanyakan, nyoba-nyoba minum kopi di sebuah kafe terkenal, eh, malah berakhir di rumah sakit. Tapi tenang sekarang aku akhirnya mendapatkan satu lagu yang berbeda dari tren saat ini, judulnya “Sebuah Lagu – Payung Teduh”, lagu yang akhirnya dapat menemani aku bukan dengan secangkir kopi tapi secangkir teh. Ah senangnya…Selengkapnya »Hujan dan G[K]enangan Masa Kecil