jafriyalbule

spicy and juicy

Macan Ibu Kota Yang Tak Lagi Punya ‘Rumah’

sudah ku bilang kau jangan melawan Persija
kini kau rasakan sendiri akibatnya
lebih baik kalian diam di rumah saja
duduk yang manis nonton di layar kaca

Yel-yel The Jakmania di atas menggema saat saya memasuki Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ-sekarang Persija), Cideng, Jakarta Pusat. Stadion VIJ menjadi saksi tumbuh kembang Persija. Namun, meski nama awal Persija diabadikan menjadi nama stadion, klub yang kini identik dengan warna oranye ini sekarang tidak memiliki ‘rumah’.

Persija lahir sebagai gerakan perlawanan. Saat itu sejumlah pemuda berinisiatif menggalang dana untuk korban kebakaran Pasar Baru dan Gang Bunder yang terjadi di tahun 1927 lewat pertandingan sepak bola. Namun niat baik itu terhalang karena Voetballbond Batavia Omstaken (VBO), asosiasi sepak bola milik Hindia-Belanda melarang mereka menggunakan Lapangan Deca (Monas).

Sering mendapat perlakuan diskriminatif seperti di atas, sejumlah pemuda lalu berinisiatif untuk membentuk wadah bermain bola. Setelah melalui beberapa kali rapat, klub dengan julukan Macan Kemayoran ini akhirnya lahir pada Rabu, 28 November 1928. Satu bulan setelah Sumpah Pemuda. Selengkapnya »Macan Ibu Kota Yang Tak Lagi Punya ‘Rumah’

Terms Conditions yang Dilupakan Berujung Panik dan Pemblokiran

Dua pekan lalu republik ini digegerkan dengan konten eksplisit menjurus pornografi yang bisa diakses melalui WhatsappNetizen pun bersabda meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meblokir aplikasi besutan Jan Koum ituGayung pun bersambut. Sabda netizen kali ini berhasil mempengaruhi pemerintah. Tanpa basa-basi Kemenkominfo meminta Whatsapp tutup konten eksplisit menjurus pornografi yang membuat republik ini heboh. Kemenkominfo memberi tenggat waktu hingga Rabu (8/11/2017).

Kehebohan ini akhirnya berakhir dengan damai. Namun ada satu sabda netizen yang masih menggelitik yaitu “Whatsapp berbahaya untuk anak-anak,”. Sabda netizen tersebut merupakan wujud sesat pikir. Karena aplikasi pesan instan berlogo telepon hijau itu memang tidak diciptakan untuk anak-anak. Itu termaktub dalam Terms & Condition yang Whatsapp berikan ketika pengguna mendaftar.

Pengguna Whatsapp minimal berumur 13 tahun atau lebih atau umur yang sudah tidak memerlukan persetujuan orangtua sesuai dengan UU yang berlaku di negara tersebut.  Namun, Terms & Condition layanan, terutama layanan software biasanya berbentuk tulisan panjang nan menjemukan. Pengguna layanan peduli setan dengan pasal – pasal yang ada dalam dokumen Terms & Condition Selengkapnya »Terms Conditions yang Dilupakan Berujung Panik dan Pemblokiran